Identitas Tionghoa Muslim Indonesia

Penulis: Afthonul Afif | ISBN: 978-602-99608-2-2 | Penerbit: Kepik | Ukuran: 15,5 x 24 | Halaman: 376 | Bahan: Book Paper

Tak jarang, warga Tionghoa Indonesia harus membayar mahal hanya untuk hidup di tanah airnya sendiri—menyandang citra-citra yang tak menyenangkan hingga dijadikan kambing hitam ketika situasi bergolak. Tetapi, mereka tak pernah berhenti berjerih-payah menegakkan identitasnya di Indonesia.Berbekal pisau analisis psikologi yang tajam namun empatik, Afthonul Afif mengajak kita untuk memahami apa arti keputusan warga Tionghoa Indonesia memeluk Islam. Dengan menapak tilas jejak keberadaan mereka di Nusantara, hingga membedah pergulatan hebat insan-insan Tionghoa Muslim pasca-Orde Baru, buku ini menyampaikan kepada kita temuan yang menyentuh; bahwa sejarah etnis Tionghoa di Indonesia adalah sejarah perjuangan mencapai identitas sosial yang positif.

“Menurut saya, pesan penting dari hasil riset lapangan Afif adalah bahwa Cina Muslim tidak homogen. Berbagai variasi muncul dan berkembang, sedemikian masifnya sehingga mereka tidak bisa dikatakan monolitik.”
HANNEMAN SAMUEL, SOSIOLOG UI

“Penulis buku ini melacak dan mengungkapkan tentang proses pencarian jati diri kaum Tionghoa sebagai warga Indonesia. Pelacakan ini penting sebagai upaya memetakan masalah integrasi nasional dan kontribusi agama Islam di dalam penumbuhan dan pengembangan nasionalisme.”

HALIM HADE, NETWORKER KEBUDAYAAN

Kritik Terhadap Paradigma Positivisme Hukum

Kritik Terhadap Paradigma Positivisme Hukum | Penerbit: Genta Publishing

 


Solo Menulis Sastra

Solo Menulis Sastra (Sebuah Kumpulan Cerpen dan Puisi): Penerbit Parikesit Institute bekerjasama dengan Balai Soejatmoko

 


Menulis Sampul Buku

Cover Buku RAHUVANA TATTWA Karya Ong Hari Wahyu

Di daratan Amerika Serikat, apresiasi terhadap desain buku juga menggeliat, sebagaimana terbaca saat pameran sampul New York Art Book Fair di Queens, New York, September lalu.

Berangkat dari napas apresiasi serupa, Merupa Buku ini merupakan buku langka yang mau menulis dunia perupaan buku, terutama untuk kasus Indonesia, khususnya Yogyakarta. Buku ini bukan karya utuh yang menelaah dunia rupa buku secara akademik dan ilmiah, namun ke-19 artikel di dalamnya seperti ditulis sebagaimana paper akademik. Koskow, demikian penulis buku ini biasa disapa, mampu “menginvestigasi” sepak terjang perancang sampul Tanah Air, memetakan aktivitas mereka secara geografis-historis, dan melakukan bedah estetik atas karya-karya mereka. Dan, dari sisi itu, buku ini tepat dipandang sebagai pertanggungjawaban atas keterlibatan Koskow di dunia perupaan buku. Lanjutkan membaca


Aku-Engkau Menuju Kita

Aku, Engkau Menuju Kita: Penerbit Parikesit Institute